Warta Sultra

Posted on Juni 29, 2017, 3:06 am
2 mins
Warta Sultra
La Duku, S.Ag., M.Pd selaku Kepala Sekolah MTsN 1 Kendari/Foto : Riki
Buku tersebut dibuat guna mengontrol aktivitas siswa baik di sekolah maupun di rumah. Di sekolah, siswa setiap melakukan aktivitas seputar kegiatan di lingkup sekolah maka guru akan memberikan tanda centang serta paraf di tiap buku kontrol milik siswa bila siswa mengerjakannya tidak terkecuali pelanggaran. By /

Untuk membentuk dan membina karakter siswa, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kendari memiliki cara tersendiri yakni dengan moto “Madrasah Hebat Bermartabat”. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah MTsN 1 Kendari, La Duku, S.Ag., M.Pd ia mengatakan, untuk membentuk karakter siswa, pihak sekolah membuat satu media yaitu buku kontrol.

Buku tersebut dibuat guna mengontrol aktivitas siswa baik di sekolah maupun di rumah. Di sekolah, siswa setiap melakukan aktivitas seputar kegiatan di lingkup sekolah maka guru akan memberikan tanda centang serta paraf di tiap buku kontrol milik siswa bila siswa mengerjakannya tidak terkecuali pelanggaran.

“Di madrasah, anak-anak dikontrol sehingga saat di rumah, para orang tua akan dapat melihat aktivitas anaknya di sekolah dengan bukti centang dan paraf dari guru. Begitupula saat di sekolah, para guru dapat melihat kegiatan siswanya melalui buku tersebut dengan bukti tanda tangan orang tua,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/12/2018).

Ia mengatakan, kurikulum 2013 merupakan wadah guna membentuk karakter. Terkadang orang yang cerdas tetapi karakternya berbeda dengan apa yang dimiliki di otaknya. Untuk itu, pembentukan karakter diperlukan agar tercipta keseimbangan antara keduanya.

“Bila ilmu pengetahuan dan karakter siswa seimbang maka orang tua akan bangga termasuk masyarakat di sekitarnya,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain pembentukan karakter,  MTsN 1 Kendari juga melakukan pembinaan. Dimana, pelaksanaan apel pagi setiap hari Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu ditiadakan dan diganti dengan pembinaan karakter di bidang keagamaan. Pembinaan tersebut meliputi pembacaan Al-Qur’an selama kurang lebih 30 menit sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran, dimana siswa dan siswi dipisahkan serta sholat zhuhur dan dhuha berjamaah serta doa bersama.

“Apel pagi kami…

MORE ARTICLES

MTsN 1 Kendari Merasa Kesulitan Input Nilai Secara Online
Menjelang penerimaan laport, beberapa sekolah tingkat menengah pertama sibuk mengimput
Berikut Tanggapan Pengamat Politik Sultra Terkait Kotak Suara yang Terbuat dari Kardus
Penggunaan karton kedap air sebagai bahan kotak suara untuk pemilu
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Konawe Harapkan Kebersamaan Antar Tokoh Agama
Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019, Kepolisian Resor
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua HMJ Pendidikan Fisika FKIP UHO
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu
Warta Sultra
Djunaidin Umar selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari/Foto : Astil
Ia menyebutkan bahwa jenis kebakaran selama hampir satu periode ini meliputi rumah pribadi, mobil, kompor gas, alang-alang, rumah semi permanen, pembakaran sampah, rumah atau gudang, rumah atau asrama, kios, Hotel Cemara, rumah kos, kebun, lahan gambut, kios di mall, Kantor Palapa, dan depot air minum. By /

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari mencatat 150 kasus kebakaran pada tahun  2018. Hal itu diungkapkan oleh Djunaidin Umar selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari. Ia mengatakan bahwa selama tahun 2018 ini kasus kebakaran cukup tinggi.

“Berdasarkan data yang kami punya, mulai dari Januari hingga November 2018, kami menangani sebanyak 150 kasus,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Kendari, Selasa (18/12/2018).

Ia menyebutkan bahwa jenis kebakaran selama hampir satu periode ini meliputi rumah pribadi, mobil, kompor gas, alang-alang, rumah semi permanen, pembakaran sampah, rumah atau gudang, rumah atau asrama, kios, Hotel Cemara, rumah kos, kebun, lahan gambut, kios di mall, Kantor Palapa, dan depot air minum.

“Kalau yang menjadi penyebab kebakaran beragam, mulai dari arus pendek, pembakaran lahan, pembakaran sampah, ada juga yang disengaja dibakar malah terjadi kebakaran, koslet dan puntung rokok,” jelasnya.

Kasus yang terbanyak terjadi di bulan November yakni sebanyak 23 kasus. Pada bulan November kasus kebakaran mulai dari tanggal 2 yakni di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari. Saat itu, pihaknya menerjunkan empat unit armada untuk mengatasi kebakaran, jenis kebakaran saat itu yakni rumah dan gudang, luas area kebakaran yakni kurang lebih 15×20 meter.

“Pada tanggal 6 November di Jalan Boulevard yang menjadi tempat terjadinya kebakaran, jenis kebakaran yakni alang-alang, penyebabnya itu karena pembukaaan lahan, luas area diperkirakan kurang lebih 500 meter,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada tanggal 12 November tepatnya pada Rabu terjadi di Jalan Banda, Lorong Sahabat, jumlah armada yang diturunkan sebanyak dua unit, jenis kebakaran juga alang-alang disengaja dibakar. Kendala yang dihadapi saat evakuasi yaitu lokasi…

MORE ARTICLES

DRD Sultra Selenggarakan Lokakarya ARD untuk Meningkatkan Percepatan Pembangunan
Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan lokarya
Perkenalkan Wisata Alam, Kejari Konawe Gelar Adventure Trail
Dalam rangka memperkenalkan wisata alam Kabupaten Konawe, Kejaksaan Tinggi Negeri
TKI Asal Kendari Didominasi Perempuan
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Ir. Benyamin
Jadwal Keberangkatan Tidak Jelas, Sejumlah Calon Jamaah Umroh Datangi Kantor NMH Tours
Dugaan penipuan terhadap calon jamaah umroh di Kota Kendari kembali
Warta Sultra
Plt Walikota Kendari berfoto bersama warga Chairil Anwar usai pertemuan dan penyerahan ganti rugi lahan warga/Foto : Bakri
Dalam pembebasan lahan tersebut, lanjut Sulkarnain, Pemkot Kendari mengalokasikan dana sebesar satu miliar lebih. Jumlah dana tersebut diberikan kepada 16 orang warga yang lahannya terkena pelebarannya jalan. By /

Usaha Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan pelebaran jalan yang terletak di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Wua-Wua saat bisa dilanjutkan pengerjaannya. Pasalnya, saat ini Pemkot Kendari bersama warga telah sepakat dan mencapai titik temu dalam hal pembebasan lahan.

Plt. Walikota Kendari, Sulkarnain K mengatakan bahwa hari ini tanggal 14 Desember 2018 Pemkot Kendari telah mencapai titik temu dengan masyarakat dalam hal pembebasan lahan yang terkena pelebaran jalan.

“Kalau menurut riwayatnya ini 21 tahun baru selesai. Alhamdulillah kita lewat upaya persuasif kemudian sudah ada titik temu dan hari ini bisa diselesaikan,” ujarnya pada awak media saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan sejumlah warga di Kantor Walikota Kendari, Jumat (13/12/2018).

Dalam pembebasan lahan tersebut, lanjut Sulkarnain, Pemkot Kendari mengalokasikan dana sebesar satu miliar lebih. Jumlah dana tersebut diberikan kepada 16 orang warga yang lahannya terkena pelebarannya jalan.

“Setelah dihitung semuanya, 16 pemilik ini, berdasarkan hasil rekomendasi KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik, red) penilai tanah independen yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan penilaian dan alhamdulillah masyarakat bisa menerima, bisa bersepakat dan mau melepas tanahnya sehingga proyek pembangunan jalan bisa dilanjutkan dan bisa dituntaskan tahun ini,” sambungnya.

Sementara itu, salah satu warga yang lahannya ikut dibebaskan yakni Drs. H. Rekson S Limba, M.Si mengatakan bahwa dirinya sangat berterimakasih kepada Pemkot Kendari, karena telah menyelesaikan masalah pembebasan lahan tersebut.

“Kita berterimakasih karena persoalan ini persoalan yang sudah terlalu lama yang semestinya selesai dari dulu, 21 tahun ini persoalan,” jelasnya.

Terkait nominal pembebasan lahan tersebut, Rekson menegaskan bahwa yang menjadi masalah bukan persoalan nominal ganti ruginya melainkan selama ini diabaikan dan tidak pernah dianggarkan setiap tahunnya.

“Ini bukan persoalan besarannya,…

MORE ARTICLES

Atlet Petanque Konawe Sumbang Dua Medali Emas
Kabupaten Konawe berhasil meraih dua medali emas dalam cabang olahraga
Hingga Oktober 2018, Kendari Menjadi Pengguna KB Spiral Terbanyak
Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
BPOM Kendari Temukan 5.715 Kosmetik Tanpa Izin Edar
Sebagai upaya untuk menurunkan tingkat peredaraan kosmetik ilegal dan atau
Menjaga dan Melestarikan Kebudayaan Bali dengan Cara Latihan Menari Setiap Akhir Pekan
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa Bangsa Indonesia memiliki beragam

CATATAN REDAKSI

Sadar dengan tidaknya, selama ini Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) selalu dipimpin dengan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Banyak yang tidak mengetahui alasan sehingga Basarnas dipimpin yang berlatar TNI. Sebelum dinamakan sebagai Basarnas, lembaga ini bernama Basaris setelah itu berubah menjadi Basarnas.

Dari nama pertama hingga menjadi Basarnas, semua
pimpinan lembaga ini berlatar belakang TNI. Hal ini dikarenakan Basarnas merupakan sistem komando. Ketika TNI dijadikan sebagai pimpinana teratas, maka untuk mengomandoi di bawahnya lebih cepat dibandingkan dengan sipil.

Kantor SAR Kendari

Untuk Wilayah Sulawesi Tenggara, Basarnas berpusat di Kendari dengan membawahi beberapa unit bagian yakni SAR Wakatobi, Sar Bau-Bau dan SAR Kolaka. Basarnas Kendari dipimpin oleh Djunaidi, S.Sos., MM. Djunaidi sebelum berkecimpung di Basarnas, ia adalah seorang pelaut, dirinya merupakan lulusan Akademi…

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
OPINI

Prabowo Subianto dari hari ke hari semakin sulit dimengerti. Putra ekonom Soemitro Djojohadikusumo yang pernah menjadi menantu Jenderal Besar HM. Soeharto selaku Presiden RI ke-2 ini kerapkali isi pidato dan atau sambutannya menuai kontroversi.

Lelaki kelahiran Jakarta pada 17 Oktober 1951 ini lebih sering berpidato dan atau memberikan sambutan tanpa berbekal teks. Gayanya yang berapi-api, membuat mantan Komandan Jenderal (Komjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini mendapatkan banyak pujian sebagai orator ulung, namun apalah arti semua itu jika akhirnya isi pidato dan atau sambutan berakhir melukai hati.

Sebut saja saat Prabowo memberikan pernyataan usai menghadiri upacara peringatan HUT RI ke-72 di Universitas Bung Karno Jakarta pada 17 Agustus 2017, dimana dalam sesi tanya jawab dengan awak media, Prabowo menyampaikan bahwa salah satu yang ia perjuangkan adalah kesejahteraan wartawan karena menurut Prabowo gaji wartawan juga kecil sehingga tidak bisa belanja ke mall. Pernyataan Prabowo yang menurutnya sekedar candaan tersebut tentu menuai pro dan kontra.

Hingga tulisan ini dibuat, lebih dari 25 ribu netizen (warga internet) yang menonton video milik Kompas TV tersebut.

Pernyataan Prabowo kembali menuai pro dan kontra ketika sebuah video viral (beredar luas dengan cepat) di media sosial, dimana dalam video tersebut terekam pernyataan Prabowo yang dianggap menghina masyarakat Boyolali. Sambutan tersebut disampaikan Prabowo pada saat peresmian posko pemenangan Prabowo-Sandi di Boyolali, Jawa Tengah, pada 30 Oktober 2018.

Lagi-lagi, mungkin menurut Prabowo pernyataan tersebut adalah candaan yang merupakan bagian dari sambutannya. Tetapi Prabowo lupa bahwa ia sedang bersaing memperebutkan kursi Presiden Republik Indonesia ke-8 bukan kursi Ketua Karang Taruna tingkat RT (Rukun Tetangga).

Prabowo tidak bisa terus menerus membela diri bahwa yang…

7 Comments to: Warta Sultra

Leave a Reply

  • (not be published)