Pertarungan memperebutkan kursi 01 Sulawesi Tenggara (Sultra) telah berhasil membuat para tokoh terbaik Sultra turun gelanggang ke medan pertempuran.

Masing-masing petarung mengeluarkan jurus ampuhnya untuk memenangkan perhelatan.

Dari sepuluh nama yang disebut-sebut bertarung, dua di antaranya adalah Nahkoda Partai di Provinsi Sultra, Hugua pimpinan PDIP dan Ridwan Bae pimpinan Golkar. Selain itu ada juga nama Asrun yang notabene putra mahkotanya sebagai Sekjen PAN.

Hingga hari ini yang membuka pendaftaran baru Demokrat, Nasdem, dan PDIP. Selanjutnya, Senin depan dikabarkan PPP juga akan membuka pendafataran Calon Gubernur Sultra periode 2018-2023 .

Sabri Manomang, pimpinan Hanura telah merencanakan buka pendaftaran, kemungkinan pasca Idhul Fitri. Begitupun Gerindra.

Golkar sebagai partai pemilik 7 kursi di DPRD provinsi memiliki peluang besar untuk mengusung kadernya naik ke tahta Kursi gubernur. Ridwan Bae sebagai nahkoda partai menyadari itu, sehingga ia menggunakan jurus “gembok Golkar duluan” dengan cara tidak membuka pendaftaran untuk para Calon Gubernur.

LM Sjafei Kahar yang diketahui juga sebagai kader Golkar, kini balihonya mulai bertebaran. Baliho Sjafei bersanding dengan Rusda Mahmud. Terkuncinya gembok Golkar oleh Ridwan Bae merupakan bentuk kehati-hatiannya atas Sjafei Kahar yang siap merebut Golkar.

Belum lagi, pohon Golkar yang di DPP sedang digoyangkan oleh kubu kontra Setya Novanto yang tentu tidak mengiginkan pencapresan Jokowi. Setnov yang namanya selalu disebut-sebut sebagai bagian dari korban atas kecelakaan “Truk E-KTP”, membuatnya sulit bertahan lama di tahta kerajaan Golkar. Apalagi, sekarang KPK sedang menyiapkan beberapa bukti untuk Setnov.

Jika ini terjadi, maka dipastikan Setnov akan tumbang dari kerajaan Golkar. Sehingga kedekatan emosional Ridwan Bae dan Setnov akan sia-sia. Karena kerajaan Golkar akan disetir oleh orang baru. Peluang inilah yang bisa dimanfaatkan oleh Sjafei Kahar untuk mendekati DPP dalam perebutan Rekomendasi Cagub.

Posisi inilah yang kemungkinan dikhawatirkan oleh Ridwan Bae sehingga menggembok cepat cepat pintu Golkar.

Kemudian, pemilik kursi terbesar di DPRD provinsi Sultra, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 9 kursi juga belum ada kabar kapan membuka pendaftaran. Mungkinkah politik Gembok Golkar ala Ridwan Bae juga akan diikuti oleh PAN yang sedang menyiapkan kadernya, yaitu Asrun untuk duduk di kursi 01 Sultra.

Karena posisi Golkar hampir sama yang dialami oleh PAN.
Nahkoda PAN Sultra, Umar Samiun juga telah terbukti tertabrak mobil Truk “SUAP MK” yang dikendarai oleh Akil Mochtar. Sehingga Munaslub PAN akan merubah peta konstelasi politik.

Sebelumnya telah diterbitkan oleh Ibu Pertiwi

Leave a Reply

  • (not be published)