Kameko berasal dari kata nomeko artinya manis, Kameko artinya pemanis atau produk minuman khas tradisional masyarakat muna secara turun temurun yang diproduksi dari tandan mayang pohon aren setiap pagi dan sore hari. Biasanya disajikan dalam acara-acara adat seperti : katandugho (pembayaran mahar adat kepada mempelai perepuan), dalam acara ini minuman kameko merupakan suguhan istimewa, ketika minuman ini disuguhkan ini menunjukan bahwa antara kedua bela pihak yang bermusyawarah sudah mencapai kata mufakat.

Suguhan kameko dalam budaya muna biasanya dikonsumsi dengan adab-adab tertentu mulai adab duduk, adab distribusi dan adab cara minum harus beretika. Misalnya untuk adab duduk dengan cara duduk bersila membentuk lingkaran wujud kebersamaan oleh para orang tua dan tokoh-tokoh adat.

Suguhan kameko ini mengandung arti sebagai media perekat hubungan keakraban yang sarat makna mengantarkan cerita silahturahmi lebih indah dan berwarna juga tidak ada paksaan bagi yang tidak minum untuk bergabung.

Kebiasaan sebelum mengonsumsi minuman ini ada pesan atau nasehat yang ditokohkan yang disampaikan pada saat itu bagi para pengguna yang harus dipegang teguh, yakni nasehat seperti : “naembali damake maka damala metaano, nambali damake maka konofopake” Artinya silahkan kita meneguk minuman tetapi kita ambil baiknya saja atau silahkan kita meneguk minuman tetapi kita harus mengendalikan diri.

Suguhan minuman ini banyak kita jumpai dalam acara-acara adat lain seperti : pesta adat, kamafaka, kakawi, kasambu, kampua, katisa, kabhoghano sau dan lainlain termasuk kerja bakti gotong royong membersihkan lingkungan tidak lengkap rasanya tanpa sajian minuman ini.

POTENSI TRANSFORMASI KAMEKO

Selain dikonsumsi sebagai minuman tradisional, produk kameko juga cukup potensial untuk diproduksi secara masal dikonversi menjadi usaha rumah tangga yakni kerajinan gula aren.

Sayangnya untuk pengalihan produk tersebut membutuhkan biaya tambahan untuk proses produksi pengolahannya seperti : peralatan masak, kayu bakar, dan upah tenaga kerja. Pada umumnya kameko di Kabupaten Muna lebih ekonomis bila diproduksi menjadi sajian minuman khas tradisional dibandingkan diproses lebih lanjut untuk usaha produksi gula aren, pertimbangan harga yang cukup kompetitif dan pasar.

Untuk produksi 1 kg gula aren membutuhkan kameko 5-6 liter dengan proses pemanasan 5-6 jam, sementara harga untuk 1 kg gula aren harga jual berkisar Rp. 18.000 – Rp 20.000 sedangkan kameko jika dijual dipasaran mencapai harga jual hingga Rp. 5000 per liter. Untuk kameko yang sudah tersimpan lama atau bermalam rasanya berubah seperti rasa cuka.

Para tengkulak biasannya membawa kameko tersebut ketempat pembakaran untuk diproses lebih lanjut disuling menjadi arak yang mengandung alkohol tinggi, biasanya orang tua dulu arak tersebut diminum dengan komposisi campuran madu nd kuning telur sebagai minuman vitalitas tubuh.

KAMEKO PRODUK MINUMAN LOKAL UNGGULAN ERA GLOBAL

Memasuki era pasar bebas maka persaingan ekonomi baik barang dan jasa tak terelakkan lagi, masuknya barang-barang impor tentu dengan harga kompetitif tentu mematikan komoditi barang dan jasa dalam negeri termasuk minuman impor beralkohol akan turut membanjiri pasar tempat-tempat hiburan dan lokal. Oleh karena itu, Kameko merupakan komoditi minuman khas produk lokal unggulan yg mesti dilestarikan oleh masyarakat untuk menjawab tantangan produk pasar global.

Tujuannya disamping meningkatkan pengrajin dan tengkulah juga untuk memproteksi pasar minuman bermerek beralkohol tinggi milik para liberal kapitalis menguasai pasar lokal Kabupaten Muna.

BENARKAH KAMEKO SEBAGAI SUMBER KRIMINAL…???

Latar belakang meningkatnya kriminal merupakan akict dari perubahan sosial budaya yg melalui akulturasi, asimilasi dan difusi. Perubahan tersebut dampak dari perkembangan dan kemajuan Iptek. Kecepatan perubahan sosial sebuah daerah berbeda-beda tergantung pada dukungan dan kesiapan masyarakat untuk berubah.

Perbedaan dalam perubahan menimbulkan kecemburuan sosial yang tidak perlu. Perubahan sosial menimbulkan kecemburuan sosial sehingga mengakibatkan masalahmasalah sosial seperti kejahatan dan kenakalan remaja dan tidak setiap kejahatan disebut masalah sosial.

Hal lain yang mengakibatkan meningkatnya kriminal disebuah daerah, ini disebabkan kurangnya lapangan kerja, banyaknya penggangguran Inflasi, kurangnya kesadaran masyarakat tentang produk hukum.

Oleh karena itu, sudut pandang kameko sebagai sumber konflik meningkatnya kriminal adalah pandangan yang keliru yang mesti diluruskan, kameko hanyalah obyek minuman khas tradisional suguhan masyarakat yang berbudaya luhur yang disalah gunakan oleh komunitas-komunitas tren style generasi kekinian dengan mengonsumsi kameko pengganti minuman bermerek namun etika cara kosumsinya keluar dari pada nilai-nilai kearifan lokal yang berperadaban tinggi.

KAMEKO PEREKAT KEBERSAMAAN MEMBANGUN DAERAH

Ketika dalam kegiatan dialog maupun seminar terkait topik pembangunan daerah untuk lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna, kameko sangat tepat untuk menjadi tamu suguhan istimewa diforum baik formal maupun informal.

Ini untuk menciptakan pesan moral dan penghargaan terhadap warisan leluhur yang bernilai ekonomi kepada anak cucu. Juga merupakan wadah kampanye kepada khalayak publik bahwa kameko adalah suguhan minuman yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian menyatukan seluruh elemen masyarakat, tentu cara mengkonsumsinya dengan pendekatan nilai-nilai kearifan lokal.

Penulis : La Ode Hamsah (Pemuda Desa Masalili)

Editor : Akril

3 Comments to: Kameko Warisan Kekayaan Budaya yang Bernilai Ekonomi

  1. Desember 18th, 2018

    Woah! I’m really loving the template/theme of this blog. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s difficult to get that “perfect balance” between user friendliness and visual appearance. I must say you’ve done a awesome job with this. Also, the blog loads extremely fast for me on Firefox. Outstanding Blog!

  2. Desember 18th, 2018

    Woah! I’m really loving the template/theme of this blog. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s difficult to get that “perfect balance” between user friendliness and visual appearance. I must say you’ve done a awesome job with this. Also, the blog loads extremely fast for me on Firefox. Outstanding Blog!

  3. Desember 19th, 2018

    We areWe’re a group of volunteers and startingopening a new scheme in our community. Your siteweb sitewebsite providedoffered us with valuable informationinfo to work on. You haveYou’ve done an impressivea formidable job and our wholeentire community will be gratefulthankful to you.

Leave a Reply

  • (not be published)