BERBAGI
Dokter Hewan RPH/Foto : Abu

Untuk mengontrol dan menjaga kualitas pangan (makanan) yang bersumber dari daging ternak seperti sapi, kambing, unggas dan lain-lain, dibutuhkan dokter hewan agar kualitas dari daging ternak tersebut diketahui.

Namun ironisnya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kota Kendari yang terletak di kelurahan Anggoeya hanya ada satu tenaga dokter hewan yang dipekerjakan, hal ini sangat minim dibanding dengan jumlah hewan yang harus ditangani.

dr.H. Muhammad Sofian (29) mengatakan bahwa Ia sudah bekerja selama dua tahun di kota Kendari, namun saat ini dirinya masih bertugas ditempat berbeda yakni Dinas Perikanan, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswas) dan UPTD RPH.

“Saat ini di Kota Kendari bertugas ditiga tempat yaitu dinas perikanan, pusat kesehatan hewan (puskeswan) dan di UPTD RPH sini”,ucapnya pada Warta Sultra saat ditemui di Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumah Potong Hewan (UPTD RPH) jalan Jambu Putih Kelurahan Anggoeya, senin (9/10/2017).

dr.H. Muhammad sofian, menambahkan bahwa kegiatannya sebagai Dokter Hewan cukup padat dan sulit, Ia harus membagi waktu pada tiga tempat yang berbeda tiap harinya, hal ini sangat memberatkan, pasalnya harus berkerja ditiga lokasi tiap hari.

“Saya harus bekerja sendiri ditiga tempat di Kota Kendari, kalau mau lebih maksimalnya maka harus ditambah lagi tenaga dokter hewan di Kota Kendari”, tutup Lulusan Institut Teknologi Bandung itu.

Editor : Akril