Kesehatan lingkungan merupakan salah satu barometer kesehatan masyarakat. Berbagai penelitian dan teknologi yang dikembangkan pihak pemerintah maupun akademisi untuk menjaga kesehatan lingkungan masyarakat.

Salah satu pihak akademisi yang merupakan aktivis lingkungan dan  juga merupakan Direktur Akademisi Kesehatan Lingkungan Mandala Waluya (AKL MW) Kendari, Abdul Rahim Sya’ban S.Km, M.Ph., angkat bicara mengenai kesehatan lingkungan.

Saat ditemui di ruang kerjanya di kampus Mandala Waluya yang beralamatkan di Jalan A.H. Nasution, Kendari, Jum’at (3/11/2017), Abdul Rahim Sya’ban mengatakan bahwa keadaan lingkungan merupakan suatu penyebab penyakit di masyarakat.

“Kalau kita berbicara masalah lingkungan maka kita berbicara masalah sanitasinya, kontaminasi penyakitnya”, ungkap Syab’an.

Ia membeberkan bahwa kegiatan riset yang digelutinya saat ini berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Pihaknya juga saat ini sedang mengembangkan riset dan pengabdian terhadap masyarakat.

“Saya mencoba mendorong mahasiswa untuk banyak melihat ke masyarakat jangan kita terkurung dalam kampus,” lanjutnya.

Sementara untuk riset, pihaknya akan melakukan penelitian terhadap keracunan kerang di Selat Buton. Dalam riset tersebut pihaknya hanya melibatkan mahasiswa dan sekrang ini masih dalam tahap seleksi.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melihat beberapa kasus yang terjadi di masyarakat. Seperti di Wakatobi, ia mencanangkan program satu kader kesehatan dalam satu rumah tangga.

“Kita akan merekrut satu kader dalam satu rumah tangga, jadi dalam anggota keluarga tersebut ada seorang anak yang akan memperhatikan kesehatan orang tuanya”, sambung Sya’ban.

Sya’ban berharap bahwa siapapun pemuda saat ini entah itu sudah sarjana atau mahasiswa, hendaknya mampu melihat apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Demikian ia mengakhiri. (*SPA)

Mengawali karir di Warta Sultra sebagai wartawan, sempat berhenti untuk meyelesaikan pendidikan di Universitas Halu Oleo. Setelah mendapatkan gelar Sarjana Perikanan, melanjutkan tanggung jawab sebagai wartawan hingga akhirnya berhasil menempati posisi sebagai redaktur pelaksana sekaligus menjadi penanggung jawab kolom Jelajah Sultra.

Leave a Reply

  • (not be published)