PROFIL—Memasuki Sky Pool Hotel Clarion Kendari pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 lalu, pengunjung disambut empat lelaki yang tak lagi muda dengan kostum merah putih. Empat lelaki bersuara emas ini adalah El Mora Band.

El Mora Band bukan group band yang secara khusus menemani tamu hotel dalam memperingati Hari Pahlawan tetapi band ini memang sudah terikat kontrak dengan salah satu hotel favorit di Kota Kendari ini.

Tidak hanya berkostum merah putih, El Mora Band juga mempersembahkan beberapa lagu nasional untuk membakar semangat tamu yang hadir, dan sudah pasti untuk menghormati para pahlawan yang telah berjasa besar memerdekakan Negara Republik Indonesia tercinta.

Jika group band pada umumnya memiliki vokalis utama, berbeda dengan El Mora, semua personil memiliki suara emas meskipun tidak selalu bernyanyi bersamaan layaknya kwartet.

Sudarmawan, vokalis utama sekaligus bermain gitar, didukung oleh pemain gitar lainnya, Paslem Tamba, yang juga sebagai vokalis pendukung. Sedangkan bass, dimainkan oleh Rojo, personil dengan postur paling kecil di antara yang lain tetapi memiliki suara yang lantang tatkala membacakan penggalan sajak sehingga semangat patriotisme pun bisa dirasakan oleh para tamu. Dan yang terakhir adalah Uu, pemain drum.

Mereka menamakan dirinya El Mora karena dalam bahasa latin berarti cinta, sedangkan dalam bahasa Batak berarti sejahtera. Mereka bermusik dengan landasan cinta, mereka menyanyi dengan cinta dan sekaligus menebar cinta. Cinta pada sesama penikmat musik, cinta pada sesama dan yang pasti cinta pada tanah air tercinta, Indonesia. Manusia akan sejahtera jika memiliki dan dikelilingi oleh cinta. Demikian makna nama El Mora.

Group band ini dibangun atas latar belakang persahabatan erat dari masing-masing personil meskipun mereka berlatar belakang suku yang berbeda.

Meskipun semua personil tidak lagi berusia muda, tetapi semua jenis lagu bisa dimainkan dan dinyanyikan dengan indah, bahkan lagu-lagu “anak jaman now” yang sedang populer. Tidak hanya itu, El Mora sangat menguasai lagu daerah dari berbagai daerah di Nusantara.

Sekiranya, para pahlawan yang telah gugur mendahului kita pun tersenyum bahagia, perjuangan tidak sia-sia, karena masih melihat generasi penerus yang tahu cara menghargai Hari Pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan karya seni yang membanggakan.

Semoga semakin banyak group band seperti El Mora, tidak hanya mengedepankan sisi komersial tetapi juga memperlihatkan jiwa nasionalisme.

Dari keberagaman suku personil El Mora, sesungguhnya ingin dicontohkan bahwa Indonesia menjadi kuat karena adanya aneka ragam suku. Perbedaan suku, ras dan agama seharusnya menjadi pondasi untuk saling berbagi cinta sehingga Ibu Pertiwi tetap tersenyum karena anak-anaknya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

El Mora sudah membuktikan, bahwa musik mampu membangun rasa cinta antar suku dan cinta itulah yang mampu menjadikan mereka sejahtera dari bermusik. (*SPA)

Mengawali karir di Warta Sultra sebagai wartawan, sempat berhenti untuk meyelesaikan pendidikan di Universitas Halu Oleo. Setelah mendapatkan gelar Sarjana Perikanan, melanjutkan tanggung jawab sebagai wartawan hingga akhirnya berhasil menempati posisi sebagai redaktur pelaksana sekaligus menjadi penanggung jawab kolom Jelajah Sultra.

Leave a Reply

  • (not be published)