BERBAGI
Sulkarnain salah satu pendaki Puncak Ahuawali/Foto : Bakri

KONAWE—Puncak Ahuawali yang terletak di Kabupaten Konawe saat ini menjadi destinasi wisata akhir pekan masyarakat Sulawesi Tenggara. Sulkarnain salah satu pendaki bukit Ahuawali yang berasal dari Kabupaten Konawe Selatan. Saat ditemui Tim Warta Sultra ia mengatakan sudah beberapa kali datang berlibur di Ahuawali bersama teman.

Sulkarnain mengatakan, Puncak Ahuawali merupakan destinasi wisata saat ini sangat diminati masyarakat khususnya para pemuda Sultra. Ia mengatakan Ahuawali saat ini sudah sangat dikenal sisa dikembangkan fasilitasnya.

Menurut mahasiswa kehutanan UHO itu pemerintah setempat harus punya inisiatif untuk membangun fasilitas seperti gazebo. Ia menilai dengan pembangunan fasilitas yang memadai, Puncak Ahuawali akan semakin banyak pengunjungnya.

Terkait dengan jalanan menuju Puncak Ahuawali yang menjulang tinggi, Sul panggilan akrab Sulkarnain, menilai itu merupakan sebuah tantangan untuk menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan.

“Tidak perlu dibuatkan tangga-tangga karena ini merupakan wisata alam, jadi harus tetap pada kondisi alaminya,” katanya kepada Tim Warta Sultra saat ditemui di Puncak Ahuawali, Minggu (24/12/2017).

Sul berharap kepada pendaki agar tidak melakukan penebangan pohon, karena ia menilai hal itu akan berdampak pada kerusakan ekosistem. Ia juga menitipkan pesan kepada para pengunjung Puncak Ahuawali agar sampah-sampah logistik tidak dibuang sembarang tempat.

Di tempat yang sama, Sofyan Fatullah salah satu pengunjung Puncak Ahuawali asal Kota Kendari mengatakan dirinya baru pertama kali berkunjung di Ahuawali. Ia dan kerabatnya berkunjung di Ahuawali hanya sekedar melihat kabut awan di pagi hari.

“Kami dari Kendari beserta teman-teman, baru pertama kalinya kita ke sini ternyata jalanannya menuju puncak gemetar dengan lutut. Kita ke sini hanya untuk menyaksikan kabut awan yang menyelimuti bukit ini,” tuturnya. (*SR)