BERBAGI
Pintu Masuk Tracking Mangrove Pulau Bungkutoko/ Foto: Arli

WISATA—-Tracking Mangrove yang berada di Pulau Bungkutoko, Kecamatan Abeli, merupakan salah satu tempat wisata hutan bakau milik pemerintah Kota Kendari yang kini sudah sepih pengunjung.

Tracking Mangrove yang di buka sejak Bulan Januari 2016 lalu, memiliki panjang 580 Meter dan di dalamnya terdapat 4 gazebo, 1 menara pemantau, kamar kecil dan Kantor Pengelola.

“Akhir-akhir ini tracking mangrove sudah sangat sepi pengunjung, yang datang kebanyakan di hari Minggu saja,” ungkap alah satu pengelola Tracking Mangrove Kota Kendari, Asrar, kepada tim Warta Sultra saat ditemui di lokasi parkir, Minggu (07/01/2018).

“Jumlah pengunjung setiap hari Minggu hanya mencapai 70 sampai 100 orang saja, sedangkan di hari biasa 5 sampai 10 orang pengunjung,” lanjutnya.

Hal ini kata Asrar, sangat jauh berbeda ketika awal Tracking Mangrove dibuka.

“Pada awal Tracking Mangrove ini dibuka, pengunjungnya sangat banyak bisa mencapai 500 orang perharinya, hal ini sangat berbanding jauh dengan keadaan saat ini,” keluhnya.

Dikatakan, Untuk masuk Tracking Mangrove itu pengelolah mematok harga yang sangat murah.

“Biaya masuk hannya dua ribu rupiah perorangnya, sementara untuk biaya parkiran kendaraan tiga ribu rupiah. Selain itu, lokasi tracking magrove juga dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat,” tutupĀ Asrar. (*LAN)

 

 

Facebook Comments