OPINI—Anak pemain film jadi bintang film, anak penyanyi jadi penyanyi, anak politikus jadi politikus, sudah lumrah terjadi, karena “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Resiko bagi si anak adalah dibanding-bandingkan dengan orangtuanya. Si anak siap atau tidak, mampu atau tidak, sanggup atau tidak.

Sekilas tentang Achmad Albar

Achmad Albar, arek Suroboyo kelahiran 16 Juli 1946 memulai karirnya sebagai pemain film. Karir di dunia film tidak berumur panjang, Achmad Albar remaja lebih dikenal sebagai penyanyi. Pada era 70-an, Achmad Albar bersama Ian Antono membentuk band yang diberi nama God Bless. Album perdana yang juga diberi nama God Bless merupakan tonggak bagi Achmad Albar menjadi seorang super star Indonesia.

Baca juga: Ridho Harus Tahu, Rhoma Irama Menjadi Raja Dangdut Tanpa Perlu Sabu

Sebagai penyanyi rock, Achmad Albar pernah melakukan “eksperimen” yang berani, dimana ia menjajal kemampuannya dalam menyanyi lagu beraliran dangdut yang diberi judul Zakia. “Zakia, Zakia, penyanyi gurun pasir ternama. . .”

Ternyata, Zakia pun diterima oleh penikmat musik pada masa itu. Meskipun ada beberapa penggemar beratnya yang merasa kecewa dengan keputusan rocker yang akrab dipanggil Iyek ini.

Munculnya penyanyi pendatang baru, lambat laun menggeser posisi Achmad Albar sebagai super star di Indonesia.

Lama tidak terdengar kabar, lama tidak muncul di layar televisi, masyarakat Indonesia dikagetkan dengan berita tertangkapnya Achmad Albar beserta barang bukti berupa 490.000 butir pil ekstasi pada tahun 2007. Atas perbuatannya, Iyek diganjar dengan hukuman 8 bulan penjara.

Fachri Albar Penerus Dinasti Albar

Kepopuleran Dinasti Albar dilanjutkan oleh Fachri Albar. Fachri adalah anak kedua dari Achmad Albar. lelaki berdarah Arab yang lahir di Jakarta pada 15 November 1981 ini tidak mengikuti jejak sang ayah sebagai penyanyi, Fachri lebih mumpuni di bidang seni peran. Beberapa judul film dan sinetron telah ia bintangi.

Film Alexandra adalah film yang melambungkan nama Fachri Albar di dunia perfilman, sedangkan sinetron berjudul Malin Kundang menjadi debut manis Fachri di dunia sinetron, dan masih banyak lagi judul film dan sinetron yang diperankan oleh Fachri.

Prestasi tersebut membuat Fachri menjadi salah satu pemain muda yang sangat digemari, karena selain kemampuannya dalam seni peran, paras tampannya pun mampu membius para penggemar, khususnya kaum hawa.

“Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari”

Dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (14/2/2018) Fachri Albar ditangkap terkait kepemilikan narkoba. Penggemar dan masyarakat pun terhentak, karena tentu tidak ada yang menginginkan artis pujaannya masuk dalam pusaran narkoba. Tetapi nasi sudah jadi bubur, si tampan Fachri akhirnya menambah daftar panjang publik figur dari dunia hiburan yang terjerat kasus narkoba.

Peribahasa mengatakan, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Achmad Albar “kencing berdiri” dengan barang bukti berupa pil ekstasi. Fachri Albar “kencing berlari” dengan “mengoleksi” tiga jenis narkotika sebagai barang bukti, yaitu sabu, pil dumolid, dan ganja.

Fachri Albar memang sama dengan warga negara Indonesia lainnya, yang membedakan adalah Fachri Albar seorang publik figur. Berapapun jumlahnya, Fachri Albar memiliki penggemar. Penangkapan seorang publik figur yang terjerat kasus narkoba sangat dikhawatirkan akan ditiru oleh penggemarnya.

Tidak bisa dibayangkan jika “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” ini dilanjutkan dengan “Fachri kencing berdiri, penggemar kencing berlari” secara terus menerus, maka rantai ini akan sulit diputus.

Bayangkan jika “buah jatuh tak jauh dari pohonnya” juga berlaku dalam “penggemar jatuh tak jauh dari idolanya”, maka semakin babak belur generasi muda bangsa ini karena hantaman narkoba yang seolah sudah begitu sulit dihalau. Narkoba menghajar dari segala arah mata angin, semua profesi bisa disusupi oleh penyalahgunaan narkotika.

“Warisan” yang diberikan oleh Achmad Albar ke Fachri sungguh menjadi catatan buruk dalam dunia hiburan tanah air. “Like Father Like Son” diharapkan hanya berlaku untuk “warisan” yang positif atau baik, bukan yang buruk atau tidak baik.

Jika musisi kawakan Achmad Albar diganjar dengan 8 bulan penjara, lalu bagaimana dengan Fachri Albar. Mari sama-sama menunggu, hanya menunggu, tanpa perlu meniru meng-konsumsi sabu.

Say No to Drugs! Katakan Tidak pada Narkoba! (*SPA)

*Sumber video: Youtube

Perempuan kelahiran Surabaya berdarah Madura yang ingin menua di Sulawesi Tenggara. Penulis lepas. Pendiri dan pemilik Sari Management (2002), Pendiri dan Pemilik Sari Communication (2006). Pelaku bisnis online, Pendiri dan pemilik Warta Sultra. Pengasuh anjing dan kucing.

Leave a Reply

  • (not be published)