BERBAGI
Kabid Angkutan Jalan Dishub Sultra, Awaluddin/ Foto: Bakri

KENDARI—Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan, Awaluddin mengatakan, kuota angkutan online (Grab) di Sultra dibatasi sebanyak 300 unit.

Hal itu, ia ungkapkan saat usai melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra terkait persoalan Grab yang ada di Kota Kendari, Senin (26/3/2018).

“Untuk wilayah Sultra dibatasi maksimal 300 unit, saat ini Grab yang mendaftar di Dishub Sultra baru dua koperasi. Satu Koperasi diusulkan 82 unit dan yang satunya enam unit kendaraan dan saat ini sementara proses penandatanganan oleh Gubernur Sultra,” kata Awaluddin.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk menutup Grab. Lebih lanjut ia jelaskan, Dishub Sultra hanya memiliki kewenangan untuk mengurus masalah administrasi.

“Kemarin kita mendengar dari beberapa masyarakat bahwa Grab sudah beroperasi di Kendari, sudah lebih dari sekian ratus kendaraan yang beroperasi, tapi kami belum memiliki data itu. Namun demikian kami sudah bersurat kepada perusahaan Grab,” jelasnya.

Terkait usulan para sopir angkot terkait plat mobil Grab harus memakai plat warna kuning, Awaluddin menegaskan hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“Dalam Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tidak disebutkan bahwa harus plat kuning, tetapi plat nanti kalau sudah resmi harus ada logo yang dipasang di depan dan di belakang kendaraan,” terangnya.

Ia menuturkan, jika Peraturan Gubernur (Pergub) Sultra tentang Grab sudah keluar, bisa dijadikan sebagai dasar.

“Cuma kalau Pergub sudah keluar maka taksi online bisa beroperasi di Kendari. Kita silahkan kepada beberapa vendor yang mau berusaha di bidang taksi online,” pungkasnya. (*LAN)

 

Membaca Berita Bakri KLIK DI SINI

Facebook Comments