OPINI—Keadaan geografis Indonesia yang diapit dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik menjadikan Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Tidak heran jika sebagian masyarakat menjadikan sektor perikanan baik penangkapan maupun budidaya sebagai tumpuan hidupnya dengan menjadi nelayan.

Nelayan yang menggantungkan hidup pada hasil laut adalah pihak yang memiliki peran besar dalam kebutuhan dan stabilitas gizi masyarakat Indonesia. Tetapi pada kenyataannya, nelayan tetaplah pekerja keras yang dalam menjalankan profesinya harus berjuang melawan ganasnya lautan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari pribadi dan keluarganya, serta memenuhi kebutuhan gizi segenap masyarakat Indonesia.

Apresiasi terhadap nelayan belum sebesar apresiasi yang diberikan kepada guru, tani, bahkan pamong praja. Perayaan Hari Nelayan Nasional yang sekarang ini diperingati tanggal 6 April tanpa gaung yang gempita layaknya sebuah perayaan.

Bisa jadi, bahkan penikmat ikan yang menyantap ikan sebagai lauk sehari-hari pun belum tentu tahu tentang Hari Nelayan Nasional.

Hari-Hari Penting di Indonesia

Berdasarkan data yang dihimpun, hari-hari penting di Indonesia meliputi hari-hari besar nasional, hari-hari perayaan, hari-hari komunitas, dan hari-hari besar keagamaan. Hari-hari tersebut dapat merupakan hari libur atau bukan.

Hari-hari penting di Indonesia dibagi dalam empat kelompok, yakni, hari-hari besar nasional ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, hari-hari penting yang ditetapkan oleh masing-masing menteri/kepala lembaga, hari-hari penting yang ditetapkan/disepakati oleh masing-masing lembaga/komunitas tertentu, dan hari besar keagamaan.

Hari-hari besar nasional yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, diantaranya, Hari Pers Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Februari, peringatan tersebut diatur dalam Keppres Nomor 9 Tahun 1991, Hari Film Nasional yang diperingati setiap tanggal 30 Maret diatur dalam Keppres Nomor 25 Tahun 1999.

Sedangkan hari-hari penting di Indonesia yang ditetapkan oleh masing-masing menteri/kepala lembaga diantaranya adalah Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) diperingati setiap tanggal 16 April diatur berdasarkan SK Kasad Nomor Skep/446/V/1998, Hari Statistik yang diperingati pada 26 September diatur oleh Mensesneg dalam suratnya Nomor B.259/M.Sesneg/1996 tanggal 12 Agustus 1996 menyetujui dibentuknya Hari Statistik, dan Hari Listrik Nasional diperingati setiap tanggal 27 Oktober diatur dalam Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1134K./43PE./1992 tanggal 31 Agustus 1992.

Untuk hari-hari penting di Indonesia yang ditetapkan/disepakati oleh masing-masing lembaga/komunitas tertentu diantaranya adalah, Hari Filateli Indonesia diperingati pada tanggal 29 Maret, peringatan ini berlandaskan pada tanggal 29 Maret sekelompok kolektor perangko mendirikan klub filateli di Jakarta, dan Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, peringatan ini dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar.

Lalu bagaimana dengan Hari Nelayan Nasional?, apa yang menjadi aturan atau landasan untuk memperingati Hari Nelayan Nasional?

Sesuai data yang dipublikasikan oleh Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, semua harii-hari penting yang telah dituliskan di atas, semuanya tercatat dan dipublikasikan, termasuk peringatan Hari Nelayan Indonesia. Tetapi dalam data tersebut tidak ada keterangan jelas terkait apa yang menjadi aturan dan atau landasan diperingatinya tanggal 6 April sebagai Hari Nelayan Nasional.

Jika memang tidak ada latar belakang yang dianggap kuat dan memenuhi unsur untuk menetapkan tanggal 6 April sebagai Hari Nelayan Nasional, lantas mengapa tidak menetapkan tanggal 21 Mei sebagai Hari Nelayan Nasional?

21 Mei Sebagai Hari Nelayan Nasional

Organisasi-organisasi nelayan di Indonesia sudah ada sejak era Orde Lama (Orla), era dimana Negara Kesatuan Republik Indonesia dipimpin oleh Presiden sekaligus Bapak Proklamator, Ir. Soekarno. Namun, pada era itu, organisasi-organisasi nelayan lebih banyak merupakan sayap perjuangan partai politik.

Pada era Orde Baru (Orba), era dimana Jenderal Besar HM. Soeharto memimpin Indonesia, organisasi nelayan terus berkembang, meskipun sebagian organisasi tetap merupakan sayap perjuangan partai politik, tetapi ada juga yang organisasi-organisasi nelayan yang mandiri.

Organisasi-organisasi nelayan yang berkembang pada era Orba diantaranya, Gensi (Gerakan Nelayan Seluruh Indonesia),  SEMEMI (Serikat Nelayan Muslimin Indonesia), SNII (Serikat Nelayan Islam Indonesia, Karyawan Nelayan Pancasila, Gerakan Nelayan Marheinis, dan Gerakan Nelayan Golkar (Golongan Karya).

Pada tanggal 20 Mei 1973, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Presiden Soeharto membuka Kongres Nelayan Indonesia yang dihadiri oleh seluruh organisasi-organisasi nelayan di Indonesia. Kongres Nelayan Indonesia itu sendiri dilaksanakan selama dua hari, 20-21 Mei 1973.

21 Mei 1973, pada penutupan Kongres Nelayan Indonesia, seluruh organisasi-organisasi nelayan yang hadir dalam kongres tersebut mendeklarasikan terbentuknya HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia). HNSI disepakati oleh semua organisasi-organisasi nelayan yang hadir dalam kongres sebagai satu-satunya organisasi profesi dan wadah bagi nelayan di seluruh Indonesia.

Dengan acuan latar belakang sejarah tersebut, maka tidak berlebihan jika semua pihak mendorong pemerintah untuk menetapkan tanggal 21 Mei sebagai Hari Nelayan Indonesia karena deklarasi terbentuknya HNSI merupakan tonggak bagi nelayan untuk mewujudkan mimpinya sebagai nelayan yang bermartabat, sejahtera, berdikari (mandiri), dan berdaulat.

Menetapkan Hari Nelayan Nasional sangatlah penting, sebagai bentuk penghargaan atas semua perjuangan dan pengorbanan nelayan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia dan peran besar nelayan dalam ekspor hasil tangkapan laut yang tentu berperan dalam perekonomian Indonesia. Satu lagi, Indonesia negara maritim, sangat lucu jika tidak segera sadar untuk membuat ketetapan terkait Hari Nelayan Nasional.

Ekspektasi penulis, meskipun belum ada aturan yang menetapkan bahwa tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional tetapi setidaknya Sekretariat Kabinet Republik Indonesia telah mencantumkan Hari Nelayan Nasional pada urutan ke-19 sebagai hari-hari penting di Indonesia yang ditetapkan oleh masing-masing lembaga/komunitas tertentu.

Jangan acuh tak acuh, apalagi sama sekali tidak tahu tentang Hari Nelayan Nasional, seolah tidak ada satu ekor pun ikan hasil tangkapan nelayan yang pernah berjasa mengeyangkan lambungnya.

Terimakasih untuk seluruh nelayan yang ada di Indonesia atas kerja keras, perjuangan, dan bahkan tidak jarang mengorbankan nyawa demi memenuhi kebutuhan gizi kami.
Selamat Hari Nelayan Nasional!

 

Membaca Berita Sari Puspita Ayu KLIK DI SINI

Perempuan kelahiran Surabaya berdarah Madura yang ingin menua di Sulawesi Tenggara. Penulis lepas. Pendiri dan pemilik Sari Management (2002), Pendiri dan Pemilik Sari Communication (2006). Pelaku bisnis online, Pendiri dan pemilik Warta Sultra. Pengasuh anjing dan kucing.

One Comment to: Peringatan Hari Nelayan Nasional, antara 6 April dan 21 Mei

Leave a Reply

  • (not be published)