KENDARI—Penggusuran Pasar Panjang Kota Kendari pada hari Rabu 18 Juli 2018 di Jalan Sorumba, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Baruga diwarnai saling dorong dan pemukulan kepada beberapa warga dan mahasiswa yang melakukan penolakan.

Pihak Satpol PP melakukan pemukuan kepada para pedagang dan mahasiswa serta memukul mundur massa yang tergabung dalam gerakan tersebut. Para pedagang yang terpancing emosinya melakukan pelemparan ke arah Satpol PP. Lemparan tersebut juga dibalas oleh Satpol PP.

Untuk menghindari jatuhnya korban, AKP Idham Syukri selaku Kapolsek Baruga menyampaikan secara tegas melalui pengeras suara bahwa siapa saja yang melakukan tindakan kekerasan yang berunjuk pidana, pihaknya akan melakukan penindakan secara tegas.

“Siapapun dia,” tegas Kapolsek Baruga itu kepada pedagang dan Personil Satpol PP.

Ia berharap bahwa tidak ada yang melakukan tindakan kekerasan yang dapat mengakibatkan munculnya korban jiawa.

“Jangan rusuh nanti ada korban,” sambungnya.

Beberapa pedagang lain hanya bisa pasrah melihat kiosnya dihancurkan alat berat yang dikerahkan Satpol PP.

Wati salah seorang pedagang Pasar Panjang mengungkapkan, seharusnya pihak Pol PP memberikan tambahan waktu kepada pedagang untuk menertibkan barang jualannya.

“Saya rugi sekali ini, barang hancur semua,” tuturnya.

Pantauan Warta Sultra di lokasi, ada beberapa pedagang yang terkena pukulan oleh ratusan personil Satpol PP. Bahkan beberapa kaki dan tangan para pedagang berdarah. Pedagang yang membentuk barisan blokade tidak mampu menghadapi ratusan personil Satpol PP yang mengawal alat berat melakukan pembongkaran. (*MAB)

Seorang pengemis ilmu yang terus ingin berkarya dan ingin menjadi wartawan profesional di masa depan. Pemuda kelahiran Maluku berdarah Wakatobi ini wartawan Warta Sultra untuk wilayah Kendari.

One Comment to: Pembongkaran Kios Pasar Panjang Diwarnai Aksi Pemukulan

Leave a Reply

  • (not be published)