KENDARI—Setelah dibongkar pada Rabu 18 Juli 2018 lalu, pedagang Pasar Panjang Kendari yang berlokasi di Jalan Sorumba, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia kembali melakukan transaksi jual beli.

Rahmi (42) salah seorang pedagang nasi kuning di Pasar Panjang mengatakan, walaupun telah dibongkar pada beberapa minggu yang lalu, pedagang pasar panjang akan tetap melakukan aktivitas jual beli.

“Walaupun diusir, kami akan tetap bertahan di sini. Lagi pula bukan pemerintah yang kasih makan kami,” ujarnya pada Warta Sultra saat ditemui di kiosnya, Minggu (29/7/2018).

Berita terkait: Pembongkaran Kios Pasar Panjang Diwarnai Aksi Pemukulan

Ia menambahkan bahwa sebelum kiosnya dibongkar, dirinya tidak berjualan di bahu jalan namun setelah dilakukan pembongkaran, tidak ada lagi pilihan selain berjualan di bahu jalan.

“Selama ada ruang kosong di badan jalan kita gunakan untuk berjualan. Lagian masih banyak masyarakat yang datang beli nasi kuning,” jelasnya.

Sementara Joko (39) seorang penjual ikan mengatakan bahwa dirinya tidak peduli dengan pembongkaran. Selama masih ada lokasi untuk berjualan, dirinya akan  melakukan aktifitas jual beli dengan masyarakat.

“Mau diapa kasian, tidak ada tempat lain mau cari makan, tiap hari pasti kita butuh makan, kalau tidak menjual mau dapat uang dari mana,” tuturnya.

Pantauan Warta Sultra pada Minggu sore, para pedagang sangat ramai menjajakan jualannya, mulai dari pedagang buah-buahan, tukang jahit sepatu, penjual ikan dan pakaian masih menghiasi bahu jalan. (*MAB)

Seorang pengemis ilmu yang terus ingin berkarya dan ingin menjadi wartawan profesional di masa depan. Pemuda kelahiran Maluku berdarah Wakatobi ini wartawan Warta Sultra untuk wilayah Kendari.

One Comment to: Setelah Dibongkar, Pedagang Pasar Panjang Kembali Berjualan

Leave a Reply

  • (not be published)