BERBAGI
Warung tempat penjualan kue Miskia yang terletak di Kelurahan Ambekairi/Foto: Riki

KONAWE—Terletak di Kelurahan Ambekairi, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe seorang ibu dengan empat anak berprofesi sebagai pembuat sekaligus penjual kue mampu memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Miskia (49) pembuat sekaligus penjual kue mengungkapkan bahwa awalnya modal untuk memulai usaha berjualan kue dengan modal sendiri.

“Setelah berselang berjalan cukup lama akhirnya saya memberanikan diri untuk meminjam modal ke bank yang berada di wilayah Unaaha untuk membuat usaha saya lebih maju,” ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di warung miliknya, Selasa (04/09/2018).

Lebih lanjut ia menambahkan, sejak ia memulai usahanya 15 tahun yang lalu ia sudah dua kali meminjam modal ke bank.

“Saya sudah dua kali meminjam ke bank untuk menambah modal usaha, awalnya bukan hanya menjual kue tetapi makanan seperti, sup ubi namun untuk saat ini saya hanya menjual kue saja,” tutur┬áMiskia.

Kue bolu kukus yang dijual oleh Miskia/Foto: Riki

Dalam sehari ia mampu membuat berbagai jenis kue. Ia menyebutkan, kue yang dibuat diantaranya kue bolu, panada, jalankote dan dadar gulung.

“Kue bolu kukus yang ukuran kecil sebanyak 80 biji, panada 50 biji, jalankote 50 biji, dadar gulung 35 hingga 50 biji serta bolu goreng sebanyak 50 biji,” jelas Miskia.

Kue yang dibuat tersebut ia jual sendiri dan juga dititp kepada penjual lain yang berada di depan jalan poros, seperti di sekitaran Tugu Adipura dan BLUD Rumah Sakit Konawe. Ia mengatakan, kue yang dijual terkadang laku terjual semua dan terkadang juga tidak tergantung dari rejeki.

“Kue yang saya buat dan jual terkadang laku semua dan ada kalanya tidak semua juga, tergantung rejeki. Pendapatan dalam sehari berkisar dari 200 ribu hingga 400 ribu,” tukasnya.

Miskia berharap, agar mendapat modal yang cukup untuk mengembangkan usaha pembuatan serta penjualan kue miliknya. (*LAN)

Facebook Comments