BERITA FOTO—Kelompok buruh tanam asal Kelurahan Wawonggole, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe yang beranggotakan 28 orang, diantaranya 12 wanita dan 16 pria. Parah buruh tanam tersebut berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari usia 20 hingga 40 tahun. Penanaman dilakukan di lahan milik seorang warga yang berada di Kelurahan Poasaa, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe. Sebelum penanaman dilakukan terlebih dahulu dilakukan penggarisan di dalam lahan yang akan ditanami padi.

Proses penggarisan untuk menandai jalur benih padi yang akan ditanam agar terlihat lebih rapi dan terarah dari awal hingga akhir penanaman. Laki-laki selain bertugas membuat garis, ada yang memindahkan benih padi yang telah diikat rapi dan dipikul untuk ditanam serta ada yang bertugas membagi-bagi benih padi yang telah diikat.

Kelompok buruh tanam ini membagi tugas agar pelaksanaan pekerjaan lebih cepat selesai. Mereka dibayar oleh pemilik lahan sebesar 9 ribu per area. Penanaman padi ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan akan berakhir pada sore hari. Dalam sehari, mereka mampuh menanam di lahan seluas hingga tiga hektar area per hari. Bila mereka mendapat proyek kerja dengan luas lahan sekitar tiga hektar, masing-masing mendapatkan upah dari bendahara kelompok sekitar 80 ribu rupiah.

Berikut suasana penanaman pagi di Kelurahan Wawonggole, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe yang berhasil dibidik oleh Riki Andriawan selaku Wartawan Warta Sultra, Kamis (18/10/2018). (*SR)

Bergabung di Warta Sultra sejak bulan Juli 2018, tercatat sebagai salah satu dari Warta Sultra angkatan ketiga bersama sepuluh wartawan muda lainnya. Kerasnya tempaan dan perjuangan di Warta Sultra, Riki Adriawan S.Pd menjadi salah satu wartawan muda yang masih bertahan menjalankan tanggung jawabnya sebagai wartawan muda hingga saat ini.

Leave a Reply

  • (not be published)