BERBAGI

KENDARI—Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar Kegiatan Fish Art Reeborn, bertempat di Taman Wisata Kuliner FPIK, Senin (29/10/2018).

Muhammad Darfianto selaku ketua bem fpik UHO mengatakan bahwa kegiatan fish art ini merupakan sebuah kegiatan yang merefleksi 90 tahun Sumpah Pemuda yang digaungkan oleh para pemuda di masanya.

Momen Sumpah Pemuda ini diambil karena merupakan momen yang tepat untuk kaum muda mengekspresikan diri, terkhusus dalam hal ini melalui seni.

“Sebagaimna kita ketahui bahwa seni memiliki interpretasi yang sangat banyak, seni pula dapat merangsang jiwa semangat pemuda yang akhir-akhir ini sudah mulai pudar,” jelasnya pada Warta Sultra melalui akun whatsappnya, Senin (29/10/2018).

Lebih lanjut, Darfianto menyatakan bahwa pemuda akhir-akhir ini mulai terjebak dalam ruang-ruang politik kotor dengan intelektualnya, hal ini dapat dilihat dari gejolakĀ  bangsa ini di era digital dengan maraknya hoax dan isu sara yang memecah belah bangsa.

“Hal ini sangat buruk terutama kita menghadapi agenda besar bangsa yaitu momen pemilu serentak, seharusnya momen seperti ini kita lewati dengan penuh suka cita bukan saling menghujat. Olehnya itu kami merasa seni lah yang dapat menyatukan perbedaan ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Bambang Eko Widakdo selaku ketua panitia penyelenggara kegiatan menyatakan, yang melatarbelakangi terselenggaranya kegiatan ini adalah karena mengingat tidak adanya lembaga seni di FPIK UHO, sehingga dibentuklah Fish Art sebagai lembaga penyaluran dan pengembangan bakat mahasiswa FPIK.

“Firs Art ini merupakan sebuah lembaga seni yang mewadahi mahasiswa FPIK dalam mengekspresikan diri yang dapat mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam bentuk seni,”ungkapnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (29/10/2018).

lebih lanjut, Eko menyatakan, dalam kegiatan tersebut, telah ditampilkan beberapa jenis pertunjukan oleh mahasiswa-mahasiswa perikanan di antaranya adalah teater, puisi, musikalisasi puisi, dan musik akustik.

“Beberapa jenis pertunjukan di bidang seni telah dipertunjukkan oleh mahasiswa FPIK dengan harapan bahwa melalui lembaga ini, karya-karya mahasiswa dapat ter-ekspos secara meluas, tidak hanya di dalam internal fakultas melainkan di tingkat daerah maupun provinsi,”tutupnya. (*SPA)

 

Facebook Comments