KOLAKA—Sebagai Bintara Pembina Desa (Bintara) di Desa Kastura, Desa Kokutio, Desa Peoho dan Desa Ranoteta,, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sertu Makrub Sobirin bertekad bersama masyarakat setempat saling bergotong royong untuk memperbaiki jembatan penghubung antara Desa Ranoteta dan Desa Peoho.

Sebagai Babinsa Komando Rayon Militer (Koramil) 1412-07/Watubangga, pada tanggal 12 Agustus melihat wilayah binaannya terdapat beberapa jembatan rusak yang perlu direhab dan dibangun. Sehingga pada tanggal 26 hingga 27 Oktober 2018, ia bersama masyarakat mulai melaksanakan pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan yang direhab yakni jembatan di Desa Kokutio sebanyak tiga dengan panjang masing-masing sembilam meter. Desa Peoho satu jembatan yang direhab dengan panjang 30 meter. Di Desa Kastura satu jembatan yang direhab dengan panjang 10 meter dan di Desa Ranoteta membangun satu jembatan alternatif dengan panjang 14 meter,” ujarnya kepada Warta Sultra melalui whatsapp, Rabu (31/10/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, jika tiba musim hujan, siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 Watubangga pada saat harus menempuh jarak kurang lebih dua kilo meter untuk ke sekolah. Namun dengan dibangunnya jembatan tersebut kini siswa hanya menempuh jarak kurang lebih 400 meter untuk sampai ke sekolah.

“Begitupun sebaliknya dengan warga Desa Ranoteta yang ingin belanja ke pasar Desa Peoho tidak lagi harus memutar dengan jarak dua kilo meter. Jadi pada tanggal 30 Oktober 2018 jembatan tersebut selesai dan siap digunakan,” jelasnya.

Suasana pembuatan jembatan penggubung Desa Ranoteta dan Desa Peoho/Foto : Koleksi pribadi Sertu Makrub

Ia juga menambahkan bahwa proses pengerjaan semua murni dengan sistem gotong royong antara Babinsa, Pemerintah Desa dan komponen masyarakat. Sedangkan sumber dana untuk membangun jembatan tersebut dihasilkan dari sumbangan dari wilayah binaannya.

Sertu Makrub Sobirin berharap kepada masyarakat selalu menanamkan gotong royong agar menjadi contoh bagi desa maupun kelurahan yang ada di Sultra khususnya di Kabupaten Kolaka.

“Saya berharap kepada masyarakat lingkup desa binaan saya mari lebih kita tingkatkan lagi kerjasama kita dalam membangun desa agar kelurahan kita menjadi contoh bagi kelurahan-kelurahan dan desa lainnya,” pungkasnya. (*SR)

Hidup adalah belajar dari suatu kesalahan, dimana engkau akan tumbuh dan terbentuk, di situlah muncul suatu pendewasaan. Dimulai dari berkarir sebagai wartawan, saya berproses mencari suatu bukti yang konkrit menjadikan sebagai bacaan yang sederhana tapi bermanfaat bagi diri saya pribadi dan orang lain. Dengan hadirnya saya sebagai wartawan akan membawa perubahan dengan berita - berita yang faktual untuk Indonesia. dan Sulawesi Tenggara, terkhusus Buton Selatan.

Leave a Reply

  • (not be published)