BERBAGI

KONAWE—Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa PT. Japfa Comfeed Indonesia (JAPFA) Tbk selenggarakan kegiatan Japfa For Kids. Kegiatan ini merupakan programm corporate sosial responsibility (CSR) unggulan yang didedikasikan untuk kesejahteraan anak-anak pedesaan di Indonesia.

Berita Terkait: Japfa For Kids Dedikasikan Kesejahteraan Anak-anak Pedesaan di Indonesia 

Dengan demikian, PT JAPFA melalui PT Ciomas Adisatwa diharapkan mampu mengirimkan sekolah yang didampinginya untuk menjadi sekolah sehat perwakilan kabupaten. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Pondidaha, Esti Saranani, S.Km.

“Tahun lalu, SDN 2 Hongoa berhasil menjadi wakil kabupaten untuk lomba sekolah sehat yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Harapannya tahun ini dengan pendampingan yang lebih intensif oleh JAPFA dalam mengukir prestasi yang serupa atau bahkan bisa lebih baik,” tulisnya dalam pers rilis yang diterima Warta Sultra, Kamis (8/11/2018).

Di sisi lain, R. Artsanti Alif selaku Head of Social Investment PT Japfa Comfeed Indonesia menambahkan bahwa yang menjadi harapan Kepala Puskesmas Kecamatan Pondidaha tersebut tidak menutup kemungkinan bisa terjadi, dikarenakan pihaknya telah melaksanakan program pendampingan untuk membangun sekolah sehat di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe selama kurang lebih empat bulan.

“Selama empat bulan ini, JAPFA menurunkan tim fasilitator untuk mendampingi tujuh Sekolah Dasar Negeri dan Madrasah Madrasah Ibtidaiyah. Dua orang tim fasilitator telah mendampingi sekolah di Kecamatan Pondidaha selama empat bulan ini yaitu MIN 1 Konawe, SDN 2 Pondidaha, SDN 1 Hongoa, SDN 2 Hongoa, SDN 2 Wawolemo, SDN 3 Wawolemo, dan SDN Praja Taman Sari,” ujar R. Artsanti Alif.

Artsanti juga menjelaskan bahwa melalui pendampingan tersebut, JAPFA berupaya membuat sistem di sekolah untuk memastikan terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Setelah empat bulan pendampingan, melalui kegiatan dua hari ini pihaknya membuat kegiatan untuk melihat sejauh mana perubahan tersebut terjadi dan memberikan ruang berbagi pengalaman bagi para guru dan siswa yang menjadi dampingan.

Selain memberikan berbagai pelatihan, Artsanti juga menjelaskan bahwa pada hari kedua kegiatan juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pembagian paket gizi untuk 1.279 anak yang menjadi target sasaran pendampingan JAPFA For Kids.

“Sembari menunggu kegiatan pemeriksaan kesehatan, JAPFA menggelar gebyar budaya JAPFA For Kids serta mengundang Master International Surya Wahyudi untuk menggelar eksibisi catur simultan. Melalui kedua kegiatan tersebut kami ingin mengajak anak untuk mengenali kembali akar budayanya,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan JAPFA For Kids yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan agribisnis ini sejak tahun 2008. Melalui kegiatan tersebut perusahaan yang memiliki lini bisnis dari produksi pakan ternak, pembibitan dan budidaya ayam, pembibitan dan budidaya sapi, budidaya perairan, serta vaksin berupaya untuk membangun gerak perubahan di masyarakat sesuai dengan visinya yakni berkembang menuju kesejahteraan bersama.

“Pendekatan investasi sosial juga mendorong terbentuknya perubahan perilaku dan sistem di masyarakat, sehingga perubahan akan terus berlangsung pasca program seperti halnya investasi. Hal ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tidak hanya mencari keuntungan semata tetapi juga memberikan dampak positif kepada masyarakat di sekitar lokasi usahanya,” tuturnya. (*SR)

Facebook Comments