BERBAGI
Gubernur Sultra saat menyalami personil Satgas 725/Woroagi/Foto Kapenrem 143/HO

KENDARI—Upacara pelepasan satuan tugas (Satgas) Yonif 725/Woroagi yang akan melaksanakan operasi pengamanan perbatasan RI-PNG di Wilayah Papua. Upacara ini digelar di Dermaga Nusantara Kendari dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH pada Kamis 8 November 2018.

Dalam sambutannya Ali Mazi mengatakan, dirinya sangat bangga dan mengucapkan selamat kepada segenap prajurit Yonif 725/Woroagi yang telah mendapat kepercayaan dari pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI), bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan di Provinsi Papua.

“Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan tugas mulia untuk dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, diantaranya melalui upaya yang maksimal dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan, termasuk dengan mengembangkan kemampuan dan potensi satuan yang dimiliki selama ini. Sehingga kehadiran Satgas ini dapat diterima dan mendapat pengakuan secara baik oleh masyarakat setempat,” ujarnya dalam pers rilis Penrem 143/HO yang diterima Warta Sultra, Kamis (8/11/2018).

Penugasan ke daerah operasi merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan bagi seorang prajurit kepada negara dan bangsanya, demi tegaknya kedaulatan wilayah NKRI serta kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa. Ali Mazi juga berharap kepada prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif 725/Woroagi untuk menguatkan tekad dan komitmen terkait dengan tugas-tugas yang akan dihadapi sehingga secara fisik maupun mental dapat lebih fokus dalam melaksanakan tugas.

Danrem 143/HO saat menyalami personel Satgas 725/Woroagi/Foto : Kapenrem 143/HO

“Berbagai pembekalan dan persiapan yang telah dilaksanakan secara bertahap dan intensif dalam bentuk latihan selama ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dan modal dasar dalam menghadapi segala kemungkinan permasalahan yang akan timbul di lapangan. Sehingga kehadiran Satgas ini memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan kondisi yang kondusif di wilayah perbatasan,” sambungnya.

Ia mengatakan, penciptaan kondisi keamanan tersebut sangat diperlukan, sehingga permasalahan yang berpotensi menjadi konflik dapat segera diantisipasi secara profesional. Provinsi Papua merupakan salah satu provinsi paling tertimur dari Wilayah NKRI yang berbatasan secara langsung dengan negara lain yaitu berbatasan dengan Australia, Republik Palau termasuk dengan Negara Papua Nugini.

“Sebagai daerah perbatasan sudah barang tentu menjadi wilayah yang paling mudah diakses oleh negara tetangga lain, sehingga secara otomatis merupakan wilayah yang paling rentan terhadap pengaruh dari luar, baik dalam bentuk ideologi, politik, sosial, budaya dan ekonomi maupun hal-hal yang bisa mempengaruhi eksistensi pertahanan dan keamanan negara,” sambungnya.

Selain itu, kurangnya pemahaman warga terhadap aturan dalam melintasi perbatasan, seringkali juga mengakibatkan kesalahan persepsi dalam memahami keberadaan petugas keamanan yang bertugas di daerah itu. Sehingga terkadang timbul insiden yang tentunya tidak diinginkan.

Ali Mazi berharap, dalam penugasan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi lebih menguasai protap-protap yang sudah ada, sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pengamanan di daerah perbatasan agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Walaupun situasi perbatasan RI-PNG dalam kondisi aman, namun hal tersebut tidak boleh membuat para prajurit lengah dan terlena, akan tetapi harus tetap waspada. Karena hingga saat ini masih banyak yang dikenal dengan nama kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tetap eksis beroperasi. Walaupun potensi kekuatan dan pengaruhnya masih relatif kecil, namun demikian kegiatan mereka sangat meresahkan masyarakat di berbagai tempat.

Kapolda Sultra saat menyalami personel Satgas 725/Woroagi/Foto : Kapenrem 143/HO

“Oleh karena itu, saya berharap selama melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan di Provinsi Papua, selalu waspada serta mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan, keterampilan serta prosedur dan aturan yang sudah diperoleh dalam latihan sebelumnya, sehingga tindakan-tindakan tetap proporsional terutama dalam menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di medan penugasan,” harapnya.

Ia juga menekankan kepada para prajurit untuk tetap menghormati adat istiadat masyarakat setempat. Selain itu ia menekankan untuk selalu menyelesaikan masalah secara persuasif agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar.
Gubernur Sultra ini juga menyerukan kepada prajurit agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta tetap menjaga keamanan baik personil maupun materil yang dibawa.

“Tunjukan bahwa kalian adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional yang profesional. Pegang teguh tugas pokok TNI yaitu menjaga kedaulatan dan integritas bangsa. Untuk itu, sekali lagi saya ingatkan, jangan ragu dalam bertindak apabila hal tersebut sudah menyangkut masalah kedaulatan dan integritas bangsa Indonesia,” tegas Ali Mazi.

Ia juga menambhakan bahwa penugasan ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi seluruh keluarga. Untuk itu, kepada seluruh prajurit yang sudah berkeluarga, jangan terlalu banyak memikirkan tentang keluarga yang ditinggal agar tidak lalai yang pada akhirnya akan mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri.

“Saya berharap agar senantiasa menjaga kehormatan dan keutuhan keluarga, disiplin dan hindari ha-hal yang negatif tidak membebani para prajurit yang berangkat ke medan tugas. Antarkanlah mereka dengan penuh keikhlasan serta dengan iringan doa. Selamat jalan dan selamat bertugas, kami menunggu keberhasilan tugas saudara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam upacara pelepasan tersebut dihadiri oleh Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto, S.I.K, Ketua DPRD Sultra, H Abdurrahman Shaleh, Kepala BNN Sultra, Brigjen Pol Bambang Priyambadha, SIK, Kepala Basarnas Kendari Djunaidi, S.Sos, M.M, Danrem 143/HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman, S.I.P, Danlanal Kendari, Kolonel Laut (P). I Putu Darjatna, Danlanud Haluoleo, Kolonel Pnb Nana Resmana.

Para pejabat utama Polda Sultra, Kasat Brimob, Kombes. Pol. R. Kasero Manggolo, S.Sos., SH., MH., M.Si, para Dandim Jajaran Korem 143/HO, Dandim 1412/Kolaka, Lekol Inf Seniman Zega, Dandim 1413/Buton, Letkol Inf Davi Dharma Putra, Dandim 1416/Muna, Letkol Inf Idris Hasan, Dandim 1417/KDI, Letkol Cpn Fajar Luvti Haris Wijaya, Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi dan diantar juga oleh segenap Perwira Korem dan Batalyon serta ibu Persit KCK Koorcabrem 143/HO. Demikian Kapenrem 143/HO mengakhiri rilisnya. (*SR)

Facebook Comments