KENDARI—Tanggal 10 November ditetapkan sebagai hari nasional yang bukan hari libur. 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang sekaligus memperingati pertempuran Surabaya pada tahun 1945.

Pertempuran Surabaya terjadi antara tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.

Menurut Drs. Damme, di era sekarang ini tentu tidak lagi diperlukan pahlawan-pahlawan yang harus angkat senjata melawan penjajah, tetapi untuk menjadi pahlawan masa kini, adalah dengan cara memberikan pemahaman secara terus menerus kepada generasi muda terkait jasa para pahlawan yang telah berjuang sepenuh jiwa dan raga untuk melepaskan Indonesia dari belenggu penjajah.

Sekarang ini, sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terimakasih kepada para pahlawan, menurut lelaki kelahiran Kendari 30 Desember 1960 ini, generasi penerus harus mengisi kemerdekaan dengan karya yang bisa memiliki manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar.

“Meskipun beberapa kalangan, sudah tidak bisa lagi terlibat dalam upacara bendera untuk memperingati Hari Pahlawan, tetapi  tetap harus dicerahkan bahwa penting sekali untuk mengingat adanya peringatan Hari Pahlawan. Karena dengan demikian bisa timbul rasa hormat pada pendahulu sekaligus mewarisi semangat nasionalisme dan patriotisme,” jelas mantan Kepala Seksi Konservasi Preparasi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Damme menambahkan, untuk dirinya pribadi, salah satu cara yang ia lakukan untuk mengisi kemerdekaan adalah dengan memastikan diri untuk tampil sebagai salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Kendari dari Partai Perindo.

Langkah ini ia ambil karena menurutnya, anggota legislatif mampu menjadi pahlawan masa kini dengan cara secara konsisten dan sungguh-sungguh memperjuangkan suara rakyat di parlemen.

“Dengan menjadi anggota legislatif, kita bisa menjadi pahlawan masa kini, dengan catatan, kita sungguh-sungguh memperjuangkan hak-hak yang selama ini didambakan,” lanjut kader Partai Perindo tersebut kepada Warta Sultra, Sabtu (3/11/2018).

Pemerataan pembangunan di bidang sosial budaya seperti pendidikan dan pemerataan di bidang ekonomi. Selain itu, pemerataan di bidang ekonomi agar semua elemen masyarakat dapat menikmati hasil-hasil pembangunan secara merata. Demikian Damme mengakhiri. (*SPA)

Perempuan kelahiran Surabaya berdarah Madura yang ingin menua di Sulawesi Tenggara. Penulis lepas. Pendiri dan pemilik Sari Management (2002), Pendiri dan Pemilik Sari Communication (2006). Pelaku bisnis online, Pendiri dan pemilik Warta Sultra. Pengasuh anjing dan kucing.

Leave a Reply

  • (not be published)