KENDARI—Hari Toleransi Sedunia (International Day for Tolerance) pertama kali dideklarasikan pada 16 November 1995 dimana pada saat itu negara-negara anggota UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) mengadopsi sebuah Deklarasi Prinsip-Prinsip Toleransi, antara lain menegaskan bahwa toleransi merupakan cara untuk menghindari ketidakpedulian.

Untuk kemudian Hari Toleransi Sedunia mulai diperingati pada 16 November 1996. Pada peringatan Hari Toleransi Sedunia tahun ini, tidak ada kegiatan khusus yang dilaksanakan, karena sesungguhnya memperingati Hari Toleransi Sedunia adalah dengan cara mencontohkan sikap toleransi itu sendiri. Demikian pernyataan AKBP Harry Goldenhardt S., S.I.K., M.SI.

Baca juga: Rektor UHO: Implementasi Sikap Toleransi Dimulai dari Keluarga Terdekat

Harry Goldenhardt menambahkan, Indonesia terkenal akan kesantunan dan sikap toleransinya. Salah satu implementasi sikap santun dan toleransi adalah dengan menjaga perilaku dan ucapan.

“Dan hal tersebut bisa dimulai dari orang tua mencontohkan kepada anak-anaknya, pimpinan mencontohkan kepada bawahannya,” jelas Kabid Humas Polda Sultra melalui whatssapp, Jum’at (16/11/2018).

Lebih lanjut Golden menyampaikan, salah satu cara orang tua mengajarkan tentang toleransi kepada anak-anak adalah dengan membiasakan anak-anak untuk saling mendengarkan dan berbagi dengan teman-teman yang memiliki latar belakang berbeda baik suku, etnis, maupun agama.

Jika hal tersebut dibiasakan, menurut Golden, anak akan terbiasa memberikan perhatian pada sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang temannya. Sehingga rasa toleransi dan saling mengasihi terus tertanam dan mengakar.

“Kembali ke masalah kesantunan, salah satu bentuk kesantunan itu sendiri adalah sikap toleransi. Baik itu toleransi antar suku, ras, golongan, maupun agama,” demikian Goldenhardt mengakhiri. (*SPA)

Lelaki kelahiran Kombikuno ini berkomitmen untuk berproses bersama Warta Sultra dalam mewujudkan mimpi menjadi insan media yang baik dan benar. Bergabung dengan Warta Sultra sejak 2015. Berkat loyalitas dan integritasnya, sekarang menempati posisi Pemimpin Redaksi.

One Comment to: AKBP Harry Goldenhardt: Salah Satu Bentuk Kesantunan adalah Sikap Toleransi

Leave a Reply

  • (not be published)