KONAWE—Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Suara Rakya (Alsurat) dan Lembaga Pemantau Kebijakan (LPK) menggelar aksi demonstrasi di depan halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe. Dalam aksinya puluhan masyarakat mendesak DPRD untuk segera menutup Perusahaan Daerah (Prusda Konawe Jaya).

Massa aksi menilai bahwa Prusda Konawe Jaya tidak memberikan kontribusi, padahal tahun 2016 Perusda Konawe Jaya diberikan penyertaan modal sebanyak 1,5 miliar dan tahun 2017 Pemda Konawe kembali memberikan penyertaan modal sebanyak 2 miliar. Tetapi hingga saat ini penyertaan modal teresebut dinilai tidak bermanfaat.

Koordinator Lapangan (Korlap), Jasmilu mengatakan bahwa penyertaan modal pada tahun 2016 anggaran pengadaan material pembangunan dermaga bekerjasama dengan perusahaan luar, menelan anggaran 500 juta. Tetapi hingga saat ini dermaga tersebut tidak diketahui keberadaannya. Ditambah lagi dengan pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan mesin foto copy.

Begitu juga pada tahun 2017, lanjut Jasmilu, dari anggaran yang digelontorkan, Prusda Konawe Jaya kembali menjadi suplayer material bangunan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe dengan keuntungan 800 juta. Ia menduga dana tersebut tidak disetorkan ke kas daerah.

“Tutup saja itu Prusda Konawe. Jangankan kontribusinya, kantornya saja kita tidak tau. Bahkan laporan BPK RI sampai hari ini Prusda Konawe Jaya tidak pernah melakukan konfirmasi sehingga dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya dalam orasinya di depan Kantor DPRD Konawe, Selasa (27/11/2018).

Saat menemui massa aksi, Ketua DPRD Konawe, Ardin menjelaskan, pihaknya akan mengundang Direktur Prusda Konawe Jaya dalam hal ini mantan Sekda Konawe, Ahmad Setiawan untuk memberikan penjelasan terkait persoalan yang ada.

“Kita akan agendakan kapan harinya untuk hearing. Diupayakan minggu depan karena kalau hari ini 27 November sampai tanggal 30 kita masih ada kegiatan sidang paripurna,” tuturnya. (*SR)

Sekali melangkah walaupun di dalam kobaran api pantang untuk mundur walau selangkah. Memutuskan menjadi bagian dari Keluarga Besar Warta Sultra karena ingin berproses menjadi seorang insan pers.

Leave a Reply

  • (not be published)