Guna meningkatkan hasil pertanian produksi padi di Kabupaten Konawe dari empat hingga enam ton per hektar, Dinas Pertanian Kabupaten Konawe akan membentuk tim brigade. Tim brigade ini rencananya dibentuk menjadi empat yang di dalamnya terdiri beberapa kelompok tani.

Hal tersebut disampaikan oleh Syahrudin selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe. Ia mengatakan bahwa gagasan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2018 dan selanjutnya tinggal menunggu waktu untuk mensosialisasikan di tiap-tiap kecamatan.

Brigade ini bertujuan untuk membantu petani dalam hal upaya pengolahan tanah. Pasalnya, petani di Konawe tidak seragam saat penanam padi diakibatkan oleh keterbatasan alat pengolahan seperti hand traktor. Ke depannya, kata Syahrudin, setelah brigade terbentuk semua petani harus serentak.

“Karena pengadaan hand traktor belum bisa terlaksana bulan satu dan dua tahun 2019. Nanti kalau sudah terbentuk, untuk sementara kita akan himpun pemilik hand traktor yang ada di Konawe. Kita akan tanggung bahan bakarnya dan kita akan suru kerjakan lahan petani. Jadi petani itu tinggal angkat-angkat kaki saja,” ungkap Syahrudin kepada Warta Sultra saat ditemui di lokasi persiapan peningkatan jalan usaha tani Desa Wukusa, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Kamis (29/11/2018).

Brigade ini nantinya lanjut Syahrudin, akan menyiapkan bibit benih padi gratis pada petani, pupuk gratis sesuai kebutuhan dan racun penanggulangan hama. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk sementara, karena keterbatasan dana diupayakan penyediaan pupuk bersupsidi agar kebutuhan pupuk petani bisa terjangkau.

Program brigade ini tambah Syahrudin, sudah diusulkan oleh pemerintah pusat, namun di Konawe menjelang tahun 2019 baru mulai dijalankan dikarenakan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa dan wakilnya, Gusli Topan Sabara punya keinginan besar meningkatkan hasil produksi pertanian di Konawe melonjak dari empat ton per hektar menjadi enam ton per hektar.

“Banyak yang bilang program ini tidak akan terlaksana, kita akan liat nanti. Jika memang keuangan kita mendukung kenapa tidak, kan tidak ada alasan untuk tidak terlaksana, ini juga adalah tantangan buat kita semua,” tutupnya. (*SR)

Sekali melangkah walaupun di dalam kobaran api pantang untuk mundur walau selangkah. Memutuskan menjadi bagian dari Keluarga Besar Warta Sultra karena ingin berproses menjadi seorang insan pers.

Leave a Reply

  • (not be published)