Dalam momentum perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 H, Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA) menggelar peringatan Maulid Nabi dengan rangkaian acara pembacaan sholawat, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan ceramah agama. Acara tersebut diselenggarakan di Masjid UNSULTRA.

Pantauan Warta Sultra di lokasi, dalam acara tersebut turut hadir Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M,Sc., Agr selaku Rektor UNSULTRA, pejabat struktural, dosen, mahasiswa dan mahasiswi lingkup UNSULTRA serta Dr. H. Muhammad Hahya Obaid, M, Ag selaku penceramah dalam kegiatan tersebut.

Rektor UNSULTRA dalam sambutannya manyampaikan bahwa di tengah-tengah kesibukan manusia yang dimana dalam setiap harinya disibukkan dengan kegiatan administrasi dan kegiatan tridarma serta sibuk dengan aktivitas berinteraksi dengan masyarakat. Dengan kesibukkan tersebut kata Andi Bahrun, terkadang manusia lalai sehingga apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW diabaikan.

“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini kita dapat kembali merenung dan mengintropeksi diri masing-masing agar kita benar-benar dapat melaksanakan dengan baik apa yang diperintahkan oleh Allah SWT sesuai apa yang dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW,” ujarnya dalam sambutannya, Sabtu (1/12/2018).

Lebih lanjut ia menyerukan kepada kaum muslimin untuk terus mengembangkan sikap toleransi, keseimbangan dan bersikap adil dalam menjalankan ajaran agama agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit yang dapat merusak tali silaturahmi antar umat Islam.

“Hidup damai, harmoni, toleran dan saling menghormati antar umat beragama merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam yaitu agama keselamatan yang menjadi rahmat bagi alam semesta,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. H. Muhammad Hahya Obaid, M,Ag dalam ceramahnya mengatakan bahwa di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadi momentum bagi seluruh umat muslim untuk kembali mengingat dan memahami agar lebih mencintai Allah SWT serta Rasulnya sebagai titik tolak untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Sesuai dengan misinya Nabi Muhammad SAW diutus Allah ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia. Untuk itu mari kita kembali meneladani suri tauladan kita baginda Muhammad SAW,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk generasi saat ini tidak perlu menyangsikan lagi akhlak Rasulullah SAW meski memiliki perbedaan masa kehidupan. Karena masa Rasulullah SAW dengan era sekarang ini jauh berbeda. Namun akhlak, sikap dan perbuatan Nabi Muhammad SAW pada masanya telah jamak dikisahkan dan mulai dari dahulu kala hingga sekarang.

“Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, selain bersalawat tindakan nyata untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan untuk menunjukan kecintaan pada beliau adalah dengan jalan melakukan sunnah-sunnahnya dari hal-hal yang terkecil hingga yang terbesar,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk meresapi, mengamalkan, dan mereaktualisasi cara Nabi Muhammad menunjukkan akhlak yang luhur kepada semua pihak sesungguhnya dapat menjadi sistem penangkal diri manusia dari berbagai muslihat yang selalu berupaya memanfaatkan kelemahan umat Islam sebagai amunisi kepentingan maupun kekuasaan diri sekelompok orang.

“Semoga momentum maulid ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk mengedepankan akhlak dalam beragama daripada mengedepankan emosi dan egoisme kekuasaan,” tuturnya. (*SR)