Seiring dengan masuknya beras impor di Indonesia, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) meluncurkan beras ukuran 200 gram dengan sasaran untuk rakyat miskin. Hal tersebut disampaikan oleh Fatna Septya selaku Staf Bidang Administrasi dan Keuangan Bulog Sultra. Ia mengatakan bahwa awalnya program beras sachet ini merupakan program dari Direktur Utama Bulog, Budi Waseso. Dimana, stok beras ini harus didistribusikan hingga ke masyarakat paling bawah.

Fatna Septya mengutip perkataan dari Direktur Utama Bulog, Budi Waseso dimana, ia pernah menyampaikan bahwa pihaknya melihat kopi, minyak, shampoo, teh, gula, produk itu ada di warung seluruh Indonesia dan dalam kemasan sachet. Dengan demikian kenapa bukan beras saja yang disesuaikan berbentuk sachet agar masyarakat yang kurang mampu bisa membeli beras sachet tersebut. Bisa saja orang hanya mempunyai uang sepuluh ribu rupiah dan dengan uang tersebut sudah bisa membeli beras.

“Nah, beras sachet ini adalah bagian dari strategi Bulog untuk memenuhi ketersediaan beras di masyarakat ekonomi ke bawah. Terutama yang berpenghasilan rendah. Produk tersebut akan dipasok ke warung-warung, kios, toko dan tempat ritel lainnya di seluruh pelosok Sultra, tepatnya 17 kabupaten dan kota,”ujarnya kepada Warta Sultra saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/11/2018).

Lebih lanjut ia mengungngkapkan bahwa beras kemasan sachet 200 gram ini merupakan beras jenis premium yang memiliki kualitas super dan dari segi kualitas beras sachet ini tidak perlu diragukan lagi. Untuk kemasan 200 gram dengan harga 2.500 ribu cukup untuk dikonsumsi empat orang dewasa, dan rata-rata keluarga di Indonesia empat orang yakni dua orang tua dengan dua anaknya.

“Beras sachet ini juga dapat dikonsumsi oleh para mahasiswa yang sedang kuliah di luar daerah dengan biaya yang mahal dan tentu pendapatan yang masih bergantung pada orang tua. Tentu bukan hanya mie instan saja yang diperlukan untuk dikonsumsi tapi juga membutuhkan beras dalam kemasan sachet juga yang harganya mirip dengan mie instan,” sambungnya.

Staf Bidang Administrasi dan Keuangan Bulog Sultra ini menambahkan, Bulog mendistribusikan beras sachet kepada pedagang di pasar tradisional dan pemilik ritel modern. Harapannya, kehadiran beras ini mampu memberikan pilihan yang lebih variatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok keluarga.

“Kami juga yang bekerja di Bulog Sultra ini mendapatkan jatah tiap bulan mulai dari terigu, daging termasuk beras sachet. Jadi kita tau kualitasnya, jadi ketika ke pasar juga jangan hanya dilihat putihnya saja itu beras tapi harus yang berkualitas juga,” terangnya.

Pihak Bulog Sultra sangat berharap produksi beras sachet tersebut bisa menjadi solusi untuk ketersediaan beras di masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Sudah dari pertengahan tahun 2018, atau sekitar bulan Juli di tahun 2018 beras sachet ini sudah dites dipasarkan ke pasar tradisional dan beberapa perbelanjaan di Sultra. Kami berharap bahwa beras sachet ukuran 200 gram dengan harga terjangkau 2.500 ini dapat menjadi solusi untuk ketersediaan beras di masyarakat Sultra,” pungkasnya. (*SR)

Seorang pengemis ilmu yang terus ingin berkarya dan ingin menjadi wartawan profesional di masa depan. Pemuda kelahiran Maluku berdarah Wakatobi ini wartawan Warta Sultra untuk wilayah Kendari.